Stop Dreaming Start Action

Submitted by rismaka on June 30, 2009 – 3:06 am54 Comments

Stop dreaming start action, Apakah Itu?

Stop dreaming start action, adalah sebuah ungkapan singkat, namun mempunyai makna yang sangat dalam dan luas dalam kehidupan. Jika ditilik secara bahasa, “stop dreaming” memang bermakna kurang baik, yaitu “berhenti bermimpi“. Kenapa saya bilang tidak baik? Karena setiap orang pasti mempunyai impian, dan impian itulah yang merupakan pangkal dari cita-cita yang bisa diwujudkan. Bagaimana mungkin seseorang itu bisa sukses jika ia tak mempunyai mimpi dan cita-cita sedikitpun?!

Namun kata “stop dreaming” tidaklah berarti secara bahasa saja, karena pada hakikatnya makna dari kata “stop dreaming” amatlah luas. Ia bisa berarti “Berhentilah hanya bermimpi” ataupun “berhentilah bermimpi terus“. Dan jika kata tersebut digabung dengan kata “start action“, maka maknanya adalah “berhentilah bermimpi terus, dan mulailah bertindak“. Mungkin makna itulah yang saya pahami, hingga saya menyebutnya sebagai ungkapan singkat nan penuh makna mendalam.

Jika boleh disebutkan, maka makna dari “Stop dreaming start action” adalah:

  1. Secara etimologi (arti secara bahasa), bermakna “berhentilah bermimpi (jangan bermimpi lagi) dan mulailah bertindak”.
  2. Secara terminologi (arti secara luas), yaitu bermakna “berhentilah bermimpi terus, dan mulailah bertindak”.

Jadi bisa disimpulkan, bahwasanya penggunaan slogan “Stop dreaming start action” adalah tidak salah.

Stop dreaming start action diilhami dari banyak orang-orang yang meraih kesuksesan di atas mimpinya. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai mimpi dan cita-cita, namun mereka segera bertindak cepat dengan tidak terus-menerus tenggelam dalam mimpi tersebut. Beragam usaha mereka lakukan untuk bisa menggapai cita-cita mereka, yaitu dengan start action, mulai beraksi.

Marilah kita sejenak belajar dari mereka. Stop dreaming start action, adalah sebuah slogan yang mampu untuk membangkitkan semangat kita dalam kubangan keasyikan akan sebuah mimpi (dream) yang tak kunjung usai. Maka sungguh tepatlah ungkapan tersebut (stop dreaming start action), bahwa dalam menggapai sebuah cita dan cinta, maka bangunlah, bangkitlah dari tidurmu. Berhentilah bermimpi terus, dan mulailah perjuanganmu.

Stop dreaming! Sejauh manakah keberanian kita?

Sungguh indah, jika ternyata kita mendapati diri kita sedang dalam istana kemegahan, dikelilingi istri-istri yang cantik, kendaraan-kendaraan yang mewah, serta dihadapkan dengan hidangan-hidangan yang membangkitkan selera. Namun alangkah mirisnya hati kita tatkala menyadari bahwa itu cuma mimpi.

Ada tiga golongan manusia dalam menyikapi mimpi indah tersebut:

  1. Golongan pertama, yang berpikir bahwa mimpi indah tersebut tidak dapat tercapai sedikitpun. Mereka hanya menganggap mimpi tersebut tidak akan bisa mereka raih, sehingga mereka lebih memilih untuk tetap tenggelam dalam kubangan mimpi indah itu dalam tidurnya tanpa berusaha untuk bangun. Orang yang termasuk golongan ini adalah orang-orang yang gagal sebelum melangkah. Mereka inilah yang disebut sebagai pecundang sejati. Mungkin ungkapan “always dreaming and doing nothing” sangat pantas untuk mereka.
  2. Golongan kedua. Adalah orang yang melihat mimpi indah tersebut sebagai sebuah cita-cita, namun di sisi lain mereka malas untuk bangkit dari peraduannya. Mereka mengganggap bahwa masih mempunyai waktu yang luas terbentang di hadapan mereka, sehingga mereka menundanya, menundanya, dan akan terus menundanya. Golongan ini adalah mereka yang malas mengejar impian dan cita-cita mereka. Mereka menyadari bahwa impian bisa mereka peroleh, namun mereka TERLALU YAKIN mampu meraihnya tanpa ada upaya untuk mendapatkannya. Mereka cocok dengan ungkapan “while dreaming, action later
  3. Golongan terakhir. Yaitu orang yang melihat mimpi indah tersebut sebagai cita-cita yang harus mereka dapatkan segera. Mereka akan segera beranjak dari tempat tidur, dan mulai melangkah untuk menggapai mimpi mereka. Mereka inilah yang mampu menerapkan slogan “Stop dreaming start action“, yakni berhenti bermimpi terus (stop dreaming), dan memulai upaya untuk mencapainya (start action).

Dari ketiga contoh golongan manusia di atas, dapat kita simpulkan bahwa awal dari langkah kesuksesan adalah menyudahi mimpi kita (stop dreaming), serta mengawali langkah pertama untuk meraih kesuksesan. Namun banyak kita amati di sekeliling kita, atau bahkan kita sendiri, bahwa sangat sulit untuk dapat melepaskan diri dari bayang-bayang kegagalan dalam mewujudkan mimpi tersebut. Mindset kita sepertinya telah terprogram untuk “melarang” kita bangun dari mimpi, karena mimpi tersebut hanyalah angan-angan belaka.

Stop dreaming (berhentilah bermimpi terus), merupakan tonggak awal yang sangat susah dilakukan bagi beberapa kalangan. Namun di sinilah awal yang menentukan langkah kita ke depannya, apakah kita berani bangkit dari mimpi ataukah malah semakin takut dalam menghentikannya. A dream (sebuah mimpi) bisa menjadi seperti air dalam kehidupan. Ia memberikan spirit (semangat hidup) bagi siapapun yang memimpikannya. Namun ia juga dapat membusukkan kehidupan seseorang ketika ia terus dipendam. Stop dreaming, sejauh manakah keberanian kita untuk menghentikannya? Jawabannya adalah “start action to stop dream“. Mulailah bertindak untuk menghentikan bayang-bayang ketakutan tersebut.

Start action! Sejauh manakah kita mampu untuk mengimplementasikannya?

Action, apakah sebenarnya arti daripada kata ACTION? Sumartono menyebutkan beberapa arti dari kata ACTION ini, antara lain:

  1. Mencoba saja belumlah cukup karena justru akan memberi percobaan.
  2. Segera berhentilah coba-coba
  3. Yang akan menentukan adalah dengan tindakan
  4. Jika ingin hasil berbuatlah segera
  5. Mulailah bertindak sekarang

Kelima arti kata action tersebut sangatlah erat hubungannya dengan tindakan awal dari kesuksesan, yaitu stop dreaming (berhentilah bermimpi terus). Dan tidak bisa tidak, keduanya “stop dreaming” dan “start action” merupakan tonggak awal dari kesuksesan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Stop dreaming (berhentilah bermimpi terus) bukanlah merupakan tindakan tunggal untuk menentukan sebuah kesuksesan. Stop dreaming harus diimbangi dengan tindakan nyata yang diimplementasikan dalam setiap segi kehidupan. Stop dreaming harus diimbangi dengan start action, yakni tindakan aksi untuk mengubah sebuah mimpi yang telah dibangun menjadi sebuah realita. Action dalam hal kehidupan inilah yang menentukan sejauh mana langkah kita dalam menggapai kesuksesan. Maka dari itu, janganlah takut untuk memulai sebuah aksi (start action), karena dari start action inilah setiap mimpi yang telah kita bangun dapat kita wujudkan. Lantas timbul pertanyaan, beranikah anda mengimplementasikan start action ini dalam kehidupan? Jawabannya, kembalikanlah pada filosofi stop dreaming start action, yakni untuk dapat berani melakukan start action, anda harus berani dalam mengambil keputusan untuk stop dreaming.

Stop dreaming start action, hanyalah sebuah slogan dengan kehendakNya

Stop dreaming, and then start action, itulah kunci untuk mewujudkan segala cita dan cinta yang telah kita impikan selama ini. Stop dreaming (berhentilah bermimpi terus), karena hanya dengan bermimpi terus anda tidak akan mampu untuk meraih apa yang anda impikan selama ini. Start action (mulailah beraksi), tidaklah cukup tanpa didasari dengan sebuah impian, karena sebuah cita-cita hanya mampu terwujud oleh sebuah konsep impian. Namun diantara semua itu, stop dreaming start action hanyalah sepenggal perjalanan hidup manusia yang tak akan lepas dari kehendakNya. Stop dreaming start action hanyalah sebuah slogan belaka jika sang Maha Kuasa (Allah Azza Wa Jalla) tidak mengizinkannya. Oleh karena itu, imbangilah proses stop dreaming start action yang kita implementasikan dengan ikhtiar dan tawakal.

Sesungguhnya setiap manusia hanya mampu berusaha, dan hanya Allah Ta’ala saja lah yang tahu apa yang terbaik bagi kita. Maka dari itu, Lets Stop dreaming start action, dan bertawakal-lah, serahkan semuanya pada yang Maha Menentukan, karena tanpa seizinNya, “stop dreaming start action” hanyalah slogan yang hanya bermakna sia-sia belaka.

Maka dari itu, Stop dreaming start action!

Artikel yang berhubungan:

  1. Stop Dreaming Start Action, dan Alasan Saya Mengikutinya (29.643)
  2. HTTP Request, Faktor Paling Utama Penentu Performa Web (5.739)

54 Comments »